Translate

10 CATATAN TERKINI MUSAFIRLALU

Senarai Blog Saya

Selasa, 14 Oktober 2014

Khutbah Paderi Katolik Yang Mengemparkan.

www.ruzanah.blogspot.com
 
Seorang Imam Besar Katolik Ortodoks, Dmitri Smirnov, menyampaikan sebuah khutbah gereja yang menggemparkan di depan ratusan jemaatnya.

Dia mengatakan masa depan Rusia akan menjadi milik pemeluk Islam. Berikut ini ceramahnya kepada jemaatnya sebagaimana Muslimina beritakan:

"Kalian lihat, ketika umat Islam merayakan hari besar keagamaannya, tidak satu pun orang yang berani melewati mereka, karena di seluruh dunia di masjid-masjid dan jalan-jalan kota di padati jutaan ribu umat Islam yang sedang bersujud kepada Tuhannya.

Saksikanlah, barisan jutaan umat manusia yang beribadah dengan sangat teratur dan mengikuti shaf mereka masing-masing, dan hal itu tidak perlu diajarkan. Mereka berbaris dengan tertib tanpa harus di perintah.

Lalu dimana kalian bisa melihat pemeluk Kristen seluruh dunia, bisa beribadah bersama? Dan hal itu tidak ada dalam Kristen, kalian tidak akan pernah melihatnya.

Lihatlah mereka, orang Muslim kerap membantu dengan sukarela tanpa berharap imbalan, tapi pemeluk Kristen malah sebaliknya.

Kalian tanyakan pada wanita tua itu (sambil menunjuk wanita yang lumpuh yang berada di gerejanya). Menurut wanita tua itu, seorang pengemudi Muslim sering menyediakan jasa transportasinya untuk mngantarnya ke gereja di Moskow.

Dan setiap wanita tua itu ingin memberinya upah, tapi pengemudi Muslim selalu menolaknya dengan alasan bahwa Islam melarang mengambil upah pada wanita lansia, jompo, dhuafa dan anak-anak yatim di berbagai panti dan yayasan.

Dengarkanlah persaksiannya, padahal wanita tua itu bukan ibu atau kerabatnya, tapi pengemudi Muslim mengatakan dalam Islam wajib menghormati orang yang lebih tua, apalagi orang tua yang lemah dan tak berdaya tersebut.

Keikhlasan pribadi pengemudi Muslim tersebut tidak ada ditemukan dalam pemeluk Kristen yang mengajarkan kasih, tapi pengemudi Kristen bisa tanpa belas kasih meminta upah atas jasa transportasinya pada wanita tua itu. Dia mengatakan layak mendapat upah karena itu adalah profesinya sebagai jasa transportasinya.

Seorang Muslim justru lebih dekat dengan Sang Mesiah, tapi orang Kristen hanya ingin uang. Apakah kalian tidak merasakan?

Bagaimana dalam prosesi penebusan dosa, siapa saja harus membayar kepada pendetamu, entah itu miskin atau manula, wajib memaharkannya sebagai ritual pengampunan dosa.

Saksikan juga, seorang Muslim tidak tertarik untuk mngambil upah pada orang-orang lansia. Mereka begitu ikhlas dengan sukarela membawakan barang-barang serta belanjaan wanita tua itu. Sampai sang wanita tua itu hendak berdoa ke gereja, sang pengemudi Muslim setia antar jemput wanita tua itu.

Inilah kenapa saya mengatakan masa depan Rusia akan menjadi milik mayoritas pemeluk Islam dan negeri ini akan mnjadi milik Islam. Kalian lihat pribadi yang berbudi luhur dan santun, mampu membuat dunia tercengang, ternyata akhlak Muslim lebih mulia daripada jemaat Kristen.

Kalian mendengar bahwa Islam dituduhkan sebagai agama teroris, tapi itu hanya isu belaka yang pada kenyataannya umat Islam lebih mengedepankan tata krama serta kesopanan.

Walau mereka di fitnah sebagai teroris, tapi populasi jumlah mualaf di Eropa dan Rusia makin ramai berdatangan ke tempat ibadah orang Muslim untuk memeluk Islam, karena para mualaf tahu betul bahwa Islam tidak sekejam yang dunia tuduhkan.

Sekarang dan selamanya, masa depan Rusia akan menjadi milik umat Islam. Di masa depan adalah kembalinya kejayaan Islam. Lihat populasi Muslim di Rusia, telah berjumlah 23 juta dan pemeluk Kristen mngalami penurunan menjadi 18 juta, lalu sisa yang lainnya masih tetap komunis.

Ini sebuah fakta bahwa Islam sekarang menjadi agama terbesar di Rusia. Di utara bekas pecahan negara Uni Soviet mayoritas Muslim yaitu Republik Chechnya, Tarjikistan, Kajakhstan, Uzbeckistan dan Dagestan. Lalu umat Islam telah menjamah di kota-kota besar Rusia termasuk Moskow".

Imam Besar mengakhiri khutbahnya dan turun ke mimbarnya dengan mata yang berair, di mana para jemaatnya masih trpaku dan haru, tidak menyangka seorang Imam Besar Katolik bisa mengagungkan orang Muslim.

Sebagian jemaat ada yang menangis melihat cara ajaran Islam, ternyata berbudi luhur dan tidak layak di sebut “teroris”.

(HP/MediaIslamia.com)

Sumber 

Rabu, 1 Oktober 2014

Sejarah Memindahkan 2 Makam Sahabat Rasulullah S.A.W.



Pada tahun 1932 (atau tahun 1351H), raja Iraq yang bernama Shah Faisal I bermimpi dimana dalam mimpinya ia ditegur oleh Huzaifah Al-Yamani (salah seorang sahabat Nabi) yang berkata:


“Wahai raja! Ambillah jenazahku dan jenazah Jabir Al-Ansari (juga salah seorang sahabat nabi) dari tepi sungai Tigris dan kemudian kuburkan kembali di tempat yang aman kerana kuburku sekarang dipenuhi oleh air; kubur Jabir juga sedang dipenuhi oleh air.”

Mimpi yang sama terjadi berulang-ulang pada malam-malam berikutnya akan tetapi raja Faisal I tidak memperdulikan mimpi itu kerana ia merasa ada hal-hal lain yang jauh lebih penting dalam kehidupannya yang berupa urusan-urusan kenegaraan. Pada malam ketiga Huzaifah Al-Yamani hadir dalam mimpi Mufti Besar Iraq. Huzaifah Al-Yamani berkata dalam mimpi Mufti itu:

“Aku telah memberitahu raja dua malam sebelumnya untuk memindahkan jenazahku akan tetapi nampaknya ia tidak peduli. Beritahulah kepada raja agar ia mahu sedikit bersimpati untuk memindahkan kuburan-kuburan kami.”

Lalu setelah mendiskusikan masalah ini, raja Faisal, disertai oleh Perdana Menteri dan Mufti Besar berhajat untuk melaksanakan tugas ini. Diputuskan bahawa Mufti Besar akan memberikan fatwa mengenai hal ini dan Perdana Menteri akan memberikan pernyataan kepada umum supaya semua orang tahu tentang rencana besar ini. Kemudian diumumkan kepada umum bahawa rencana ini akan dilangsungkan pada tanggal 10 zulhijjah setelah solat zuhur dan Ashar. Kuburan kedua sahabat Nabi itu akan dibuka dan jenazahnya (atau mungkin kerangkanya) akan dipindahkan ke tempat lain.


Kerana pada waktu itu sedang musim haji, maka para jemaah haji juga ikut berkumpul di kota Mekah. Mereka meminta Raja Faisal I untuk menunda rencana itu selama beberapa hari agar mereka juga dapat melihat dengan mata kepala sendiri proses pemindahan dari kedua tubuh sahabat nabi itu. Mereka ingin agar proses pemindahan itu ditunda hingga mereka selesai beribadah haji. Akhirnya Raja Faisal setuju untuk menangguhkannya hingga tanggal 20 zulhijjah.

Setelah solat zuhur dan Ashar, pada tanggal 20 zulhijjah tahun 1351 (Hijriah) atau tahun 1932 Masehi, orang ramai berkumpul ke kota Baghdad. Yang datang bukan saja kaum Muslimin malahan juga kaum Non-Muslim. Mereka berkumpul di kota Baghdad hingga penuh sesak. Ketika kubur Huzaifah al-Yamani dibuka segera mereka melihat bahwa kubur itu dipenuhi air di dalamnya. Tubuh Huzaifah al-Yamani diangkat dengan  sangat hati-hati agar tidak rosak dan kemudian jenazah yang nampak masih sangat segar itu dibaringkan di sebuah tandu. Kemudian Raja Faisal beserta Mufti Besar, Perdana Menteri dan Pangeran Faruq dari Mesir mendapatkan kehormatan untuk mengangkat tandu itu bersama-sama dan kemudian meletakkan jenazah segar itu ke sebuah peti kaca yang dibuat khusus untuk menyimpan jenazah-jenazah itu. Tubuh Jabir bin Abdullah Al-Ansari juga dipindahkan ke peti kaca yang sama dengan cara yang sama hati-hatinya dan dengan segenap penghormatan.

Pemandangan yang sangat menakjubkan itu sekarang sedang dilihat oleh ramai orang laki-laki dan perempuan, muda dan tua, miskin dan kaya, Muslim dan Non-Muslim. Kedua jenazah suci dari sahabat sejati Nabi yang kurang dikenal kaum Muslimin ini kelihatan masih segar dan tak tersentuh bakteri pengurai sedikit pun.

Suasana menjadi haru biru. Mereka seolah tidak percayai atas apa yang mereka saksikan pada hari itu.

Selain tubuh keduanya yang nampak segar bugar, pakaian yang mereka kenakan pada saat dikubur semuanya utuh dan kalau dilihat sekilas seolah-olah kedua sahabat nabi dan pahlawan Islam ini masih hidup dan hanya terbaring saja.

Kedua jasad suci ini akhirnya dibawa dan dikebumikan kembali di kubur yang baru tidak jauh dari kubur sahabat sejati nabi lainnya iaitu Salman Al-Farisi yang terletak di SALMAN PARK kurang lebih 30 batu jauhnya dari kota Baghdad. Kejadian ajaib ini sangat mengundang kekaguman para ilmuwan, kaum filsafat, dan para doktor. Mereka yang biasanya sangat sering memberikan analisa sesuai dengan bidangnya masing-masing, kali ini tertunduk bisu terkesima dengan kejadian yang teramat menakjubkan ini.

Salah satu dari mereka ialah seorang ahli fisiologis dari Jerman yang kelihatan sekali sangat tertarik dengan fenomena ini. Ia sangat ingin melihat keadaan tubuh jenazah kedua sahabat nabi itu yang pernah dikuburkan selama kurang lebih 1300 tahun lamanya. Oleh kerana itu, ia serta merta mendatangi Mufti Besar Iraq. Sesampainya ia di tempat dimana peristiwa akbar itu terjadi, ia langsung memegang kedua tangan sang Mufti dengan eratnya sambil berkata:

“BUKTI APALAGI YANG LEBIH MENGUATKAN BAHAWA ISLAM ITU BENAR. AKU SEKARANG AKAN MASUK ISLAM DAN TOLONG AJARI AKU TENTANG ISLAM”

Di hadapan orang ramai beribu-ribu jumlahnya yang menyaksikan dirinya, doktor dari Jerman itu menyatakan keIslamannya. Melihat kejadian itu ramai orang lainnya yang beragama Kristen atau Yahudi turut juga menyatakan diri sebagai Muslim pada saat itu kerana mereka telah melihat bukti yang sangat nyata dipampangkan di depan mereka. Ini bukan yang pertama dan terakhir. Masih banyak lagi kaum Nasrani dan Yahudi serta dari agama lain yang berbondong-bondong masuk Islam kerana telah menyaksikan atau turut mendengar kejadian aneh dan menakjubkan.

Sumber: Suratkhabar “Daily Jung” edisi tanggal 7 Juni 1970.

Khamis, 25 September 2014

Pengundian PRK Pengkalan Kubor.


Sebanyak 11 pusat mengundi bagi Pilihan Raya Kecil (PRK) Dewan Undangan Negeri (DUN) Pengkalan Kubor dibuka mulai 8 pagi ini bagi membolehkan sebanyak 23,929 orang pengundi biasa menunaikan tanggungjawab mereka. 

Kesemua pusat mengundi itu akan ditutup pada pukul 5 petang ini. 

Penjumlahan undi dijangka bermula sebaik pusat mengundi ditutup dan akan dilakukan di Sekolah Menengah Kebangsaan Dato' Biji Wangsa di sini. 

Pengundian awal pada 21 September lepas, menyaksikan sebanyak 96.3 peratus atau 105 orang daripada 109 pengundi awal telah menunaikan tanggungjawab mereka di Dewan Delima, Ibu Pejabat Polis Daerah Tumpat. 

Terdapat 45 saluran mengundi bagi PRK itu membabitkan 11 buah sekolah iaitu Sekolah Kebangsaan Pengkalan Kubor 1, Sekolah Kebangsaan Pengkalan Kubor 2, Sekolah Menengah Ugama (Arab) Meheliah Geting, Sekolah Kebangsaan Geting (1). 

Sekolah Kebangsaan Simpangan, Maktab Rendah Sains MARA Tumpat, Sekolah Kebangsaan Bunohan, Sekolah Kebangsaan Sri Neting, Sekolah Kebangsaan Bendang Pa' Yong, Sekolah Kebangsaan Teluk Jering dan Sekolah Menengah Kebangsaan Geting. 

Semalam, Pengerusi Suruhanjaya Pilihan Raya (SPR) Tan Sri Abdul Aziz Mohd Yusof berkata SPR menyasarkan peratusan keluar mengundi mencecah 70 peratus, iaitu kurang daripada lebih 80 peratus pada Pilihan Raya Umum Ke-13 lalu. 

Abdul Aziz juga menjangkakan keputusan PRK DUN Pengkalan Kubor itu dapat diumumkan kira-kira, 9 malam ini. 

Sementara itu, pengundi dinasihat supaya keluar awal mengundi berikutan cuaca diramal elok pada sebelah pagi ini. 

PRK itu menyaksikan pertandingan tiga penjuru antara calon Barisan Nasional (BN) Mat Razi Mat Ail, calon PAS Wan Rosdi Wan Ibrahim dan calon Bebas Izat Bukhary Ismail Bukhary. 

PRK itu diadakan ekoran kematian wakil rakyat daripada BN Allahyarham Datuk Noor Zahidi Omar pada 20 Ogos lepas. 

Pada PRU Umum ke-13, Noor Zahidi mengalahkan calon PKR Saharun Ibrahim dan calon bebas, Izat Bukhary Ismail Bukhary dengan majoriti 1,736 undi. - Bernama
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Catatan Popular