Translate

Memaparkan catatan dengan label Kaabah. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Kaabah. Papar semua catatan

Khamis, 13 Februari 2014

Asal Usul Pembinaan Kaabah.


Mengharap Sinar: 15 RAHSIA KEAJAIBAN KAABAH YANG PERLU DIKETAHUI
Ka’bah adalah kiblat seluruh kaum muslimin dunia yang menjadi simbol kesatuan mereka dibawah ikatan tauhid dan keimanan kepada Allah swt. Ka’bah adalah bangunan pertama di bumi, sebagaimana firman Allah swt :
إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ
Artinya : “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS. Al Imron : 96)
Pembangunan ka’bah hingga seperti yang sekarang ini telah melalui beberapa tahapan :
1. Dibangun oleh para malaikat.
Kaum muslimin meyakini bahwa pembangunan ka’bah pertama kali dilakukan oleh para malaikat, sebagaimana disebutkan Imam Ibnu adh Dhiya bahwa telah diriwayatkan dari Ali bin al Husein bahwa dia telah ditanya tentang awal mula thawaf mengelilingi baitullah beliau menjawab Sesungguhnya Allah swt telah berfirman :
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُواْ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاء
Artinya :: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." (QS. Al Baqoro : 30)
Para malaikat berkata,”Wahai Allah bukankah khalifah itu dari selain kami adalah yang selalu membuat kerusakan di bumi dan menumpahkan darah.’ Maka Allah pun marah terhadap mereka lalu mereka pun melarikan diri ke arsy, mengangkat kepala, jari jemari mereka mengisyaratkan ketundukan dan menangis karena takut akan kemurkaan-Nya. Mereka mengeilingi arsy sebanyak tiga kali.” Di dalam riwayat : “tujuh kali” mengaharapkan kridhoan Tuhan mereka dan Allah pun meredhoi mereka. Kemudian Allah berkata kepada mereka,”Bangunlah oleh kalian di bumi sebuah rumah yang menjadi tempat kembali setiap orang yang Aku murka terhadapnya dari makhluk-Ku dan dia mengelilinginya (thawaf) sebagaimana kalian lakukan terhadap arsy-Ku maka Aku akan mengampuninya sebagaimana Aku telah mengampuni kalian.” Lalu mereka pun membangun ka’bah.
Terdapat riwayat pula yang menyebutkan bahwa Allah swt telah mengutus malaikat dan berkata kepada mereka,”Bangunlah oleh kalian sebuah rumah seperti al baitul ma’mur lalu mereka pun melakukannya. Allah swt memerintahkan agar rumah itu dikelilingi (thawaf) sebagaimana al baitul ma’mur. Ini terjadi sebelum penciptaan Adam as serta 2000 tahun sebelum penciptaan bumi. Dan sesungguhnya bumi dibentangkan dibawahnya karena itulah Mekah disebut dengan Ummul Quro yaitu asal negeri (bumi, pen).
Terdapat pula riwayat yang menyebutkan bahwa peristiwa itu terjadi sebelum diturunkannya Adam as ke bumi… (Tarikh Makkah al Musyarrafah hal 4)
2. Wasiat Nabi Adam kepada anaknya Nabi Sys
Sys adalah penerus dari Nabi Adam as yang diberikan wasiat oleh ayahnya untuk senantiasa beribadah siang dan malam. Ibnul Atsir menyebutkan bahwa Sys senantiasa melakukan haji dan umroh hingga ajal menjemputnya dan dia juga mengumpulkan lembaran-lembaran yang diturunkan kepadanya dan kepada ayahnya lalu mengamalkan isinya. Sys telah membangun ka’bah dengan batu dan tanah. (Al Kamil Fii at Tarikh juz I hal 17)
3. Pada masa Ibrahim dan Ismail as.
As Suddiy mengatakan bahwa tatkala Allah swt memerintahkan Ibrahim dan Ismail agar membangun sebuah rumah lalu mereka berdua tidak mengetahui dimana tempat akan dibangunnya hingga Allah mengirimkan angin, ada yang menyebutkan angin itu adalah al khajuj yang memiliki dua sayap sementara kepalanya berbentuk ular. Lalu ular itu membersihkan daerah sekitar ka’bah sebagai tempat dibangunnya rumah pertama. Keduanya pu mengikutinya dengan membawa alat penggali dan melakukan penggalian sehingga mereka berdua berhasil meletakkan pondasinya, sebagaimana firman Allah swt
وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ
Artinya : “Dan (ingatlah), ketika kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah.” (QS. Al Hajj : 26)
Setelah mereka berdua meletakkan dasar-dasarnya maka dibangunlah rukun-rukunnya. Dan Ibrahim mengatakan kepada Ismail,”Wahai anakku, carikanlah untukku batu hitam dari daerah India, dahulunya ia adalah batu yakut yang paling putih. Dahulu batu itu dibawa oleh Adam as tatkala diturunkan ke bumi dari surga namun kemudian berubah warnanya menjadi hitam karena dosa-dosa manusia. Ismail pun membawa sebuah batu namun ia mendapatkan batu hitam itu sudah berada disalah satu sudut. Ia pun bertanya kepada ayahnya,”Wahai ayahku siapa yang mendatangkan batu itu kepadamu?’ Ibarahim menjawab,”Dia adalah yang lebih rajin darimu.” Maka mereka berdua membangunnya dan sambil berdoa,”
Artinya : "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui". (QS. Al Baqoroh : 127)
Alam Bukan semulajadi: 15 Perkara Tentang Kaabah
4. Dibangun oleh orang-orang Quraisy.
Pada usia Rasulullah saw mencapai tiga puluh lima tahun, orang-orang Quraisy sepakat untuk merenovasi ka’bah. Ka’bah adalah susunan batu-batu yang lebih tinggi dari badan manusia, sekitar sembilan hasta yang dibangun sejak masa Ismail tanpa memiliki atap sehingga banyak pencuri yang mengambil barang-barang berharga yang disimpan didalamnya.
Lima tahun sebelum tahun kenabian, Mekah dilanda banjir besar sehingga meluap ke Masjidil Haram dan dikhawatirkan sewaktu-waktu akan dapat meruntuhkan ka’bah. Orang-orang Quraisy merasa bimbang antara merenovasi atau membiarkannya seperti apa adanya.
Akhirnya al Walid bin al Mughirah al Makhzumiy mengawali perobohan bangunan ka’bah lalu diikuti oleh orang-orang setelah mereka mengetahui tidak terjadi sesuatupun menimpa al Walid. Mereka terus bekerja merobohkan setiap bangunan ka’bah hingga sampai rukun Ibrahim. Setelah itu mereka siap membangunnya kembali.
Tatkala pembangunan sampai di bagian Hajar Aswad, mereka saling berselisih tentang siapa yang berhak mendapat kehormatan meletakkan Hajar Aswad itu ditempatnya semula. Perselisihan ini terus berlangsung selama empat atau lima hari, tanpa ada keputusan. Bahkan perselisihan itu semakin meruncing dan hampir saja menjurus kepada pertumpahan darah di tanah suci.
Abu Umayyah bin al Mughirah al Makhzumiy datang dan menawarkan solusi dengan menyerahkan urusan ini kepada siapa pun yang pertama kali masuk lewat pintu masjid. Mereka menerima cara ini. Allah menghendaki orang yang berhak atasnya adalah Rasulullah saw. Tatkala mengetahui hal itu, mereka berbisik-bisik,”Inilah al Amin. Kami ridho kepadanya, inilah dia Muhammad.”
Orang-orang Qiraisy kehabisan dana dari penghasilan mereka, maka mereka menyisakan di bagian utara, kira-kira enam hasta, yang kemudian disebut al Hijr atau al Hathim. Mereka membuat pintunya lebih tinggi dari permukaan tanah, agar tidak bisa dimasuki kecuali oleh orang yang memang ingin melewatinya. Setelah bangunan ka’bah mencapai ketinggian lima belas hasta, mereka memasang atap dengan disangga enam sendi.
Setelah jadi, ka’bah itu berbentuk segi empat, yang keinggiannya kira-kira mencapai lima belas hasta, panjang sisinya di tempat Hajar Aswad dan sebaliknya adalah sepuluh meter. Hajar Aswad itu sendiri diletakkan dengan ketinggian satu setengah meter dari permukaan pelataran untuk thawaf. Sisi yang ada pintunya dan sebaliknya setinggi dua belas meter. Adapun pintunya setinggi dua meter dari permukaan tanah, di sekeliling luar ka’bah ada pagar dari bagian bawah ruas-ruas bangunan, di bagian tengahnya dengan ketinggian seperempat meter dan lebarnya kira-kira sepertiga meter. Pagar ini dinamakan Asy Syadzarawan. Namun kemudian orang-orang Quraisy meninggalkannya. (ar Rakhiqul Makhtum hal 84 – 85)
5. Pada masa Abdullah bin Zubeir.
Abdullah bin Zubeir memutuskan perenovasian ka’bah seperti yang diinginkan Rasulullah saw ketika beliau masih hidup. Dia pun merobohkannya dan membangun kembali serta menambahkan bagian yang masih kurang ketika orang-orang Quraisy kehabisan dana dari enam hasta menjadi sepuluh hasta. Dia juga menjadikan ka’bah memiliki dua pintu, satu di sebelah timur dan lainnya di sebelah barat sehigga orang yang memasukinya dari satu pintu dan keluar di pintu yang lainnya. Dia menjadikannya dalam bentuk yang paling baik dan megah sehingga seperti yang disifatkan Nabi saw sebagaimana diberitakan oleh Aisyah ra ibu orang-orang beriman yang juga bibinya.
6. Pada masa Abdul Malik bin Marwan
Pada masa Abdul Malik bin Marwan ini al Hajjaj bin Yusuf ats Tsaqofiy menulis surat kepadanya atas apa yang diperbuat Abdullah bin Zubeir dengan ka’bah, tentang perenovasian dan penambahan bagian ka’bah, dia mengira bahwa hal itu adalah hasil fikiran dan ijtihadnya.
Lalu Abdullah bin Malik membalas suratnya agar mengembalikan ka’bah seperti sedia kala. Al Hajjaj pun merobohkan bagian utaranya dan mengeluarkan al Hijr sebagaimana yang telah dibangun orang-orang Quraisy serta menjadikan ka’bah memiliki satu pintu saja yang lebih ditinggikan serta menutup pintu yang lainnya.
Tatkala Abdul Malik bin Marwan mendapatkan hadits Aisyah maka ia pun menyesali perbuatannya sehingga mengatakan,”Kami sangat berkeinginan mengembalikan seperti orang yang membangun sebelumnya.” Maksudnya Abdullah bin Zubeir. Lalu ia pun bermusyawarah dengan Imam Malik dalam permasalahan ini dan beliau pun mencegahnya agar kemuliaan ka’bah tidak lenyap. Dan dikahwatatirkan setiap raja akan melakukan perobohan sebagaimana yang dilakukan orang-orang sebelumnya sehingga dapat menodai kehormatan ka’bah.
7. Pada masa Kekhilafahan Utsmani tahun 1040 H.
Tatkala Mekah dilanda banjir besar yang menenggalamkan Masjidil Haram maka Muhammad Ali Pasya—Gubernur Mesir saat itu—memerintahkan para arsiteknya yang ahli dan para pekerjanya agar merobohkan ka’bah dan merenovasi kembali. Pembangunan itu memakan waktu setengah tahun penuh dan memakan biaya yang sangat mahal hingga rampung pembangunannya. (www.islamweb.net)
Demikianlah awal mula pembangunan ka’bah hingga hari ini yang tetap kokoh dan menggetarkan setiap orang yang melihatnya dan mengembalikan kebesarannya kepada Allah swt Yang Maha Agung lagi Maha Mulia.
Dan apa yang anda tanyakan tentang adanya seekor ular di tempat awal mulanya akan dibangun ka’bah maka telah disinggug di atas yaitu terjadi pada masa Ibrahim dan Ismail as, sebagaimana yang dikatakan Imam As Suddiy.
Wallahu A’lam

Sabtu, 4 Januari 2014

Sedar Atau Tidak Kaabah Sudah Mula Diruntuhkan Oleh Bani Saud.



Percayalah bahawa sabda Rasulullah s.a.w. tentang runtuhnya Kaabah sudah mula berlaku dihadapan mata kita dimana ramai yang tidak menyedarinya dan mungkin ramai berbangga dengan pembangunan yang dilakukan disekitar Kota Mekah. Pemerintah Bani Saud membina bangunan bertingkat dipinggir Kaabah dengan alasan untuk memudahkan umat Islam thawaf sebenarnya telah menjauhkan umat Islam dari mendekati Kaabah. Mereka melakukannya sikit demi sedikit tanpa disedari dimana akhirnya umat Islam langsung tidak dibenarkan menyentuh Kaabah dan ia bertetapan dengan sanda Rasulullah s.a.w. agar umat Islam perbanyakkan thawaf di Baitullah sebelum kita dihalang melakukannya. Seperti petikan artikel dibawah ini....

Banyak riwayat yang menguatkan tentang akan runtuhnya Kaabah di akhir zaman. Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu bahawa Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Kaabah akan diruntuhkan oleh seorang yang berkaki bengkok berbangsa Habsyah”.

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Talib ra, bahawa Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Perbanyaklah melakukan thawaf di Baitullah semampu kalian sebelum kalian dihalangi untuk melakukannya, seolah-olah aku melihatnya sedang melakukan hal tersebut. Tanda-tandanya: berkepala dan bertelinga kecil, dia menghancurkan Kaabah dengan beliungnya”.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu'anhu bahawa Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, "Tandanya orang tersebut berkulit hitam, kakinya bengkok, dia meruntuhkan batu dinding Kaabah satu per satu”.

Diriwayatkan daripada Sa'id bin Sam'an ra, bahawa dia mendengar Abu Hurairah radhiallahu'anhu bercerita kepada Abu Qatadah ra, bahawa sesungguhnya Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Seorang lelaki (Imam Mahdi) akan dibai'at di antara sudut (tempat Hajar Aswad) dan Maqam Ibrahim dan Kaabah tidak akan dirosakkan kehormatannya melainkan oleh orang Arab sendiri, dan bila mereka telah merosakkan kehormatan Kaabah, maka itulah saatnya kehancuran bangsa Arab, kemudian datang orang-orang Habasyah meruntuhkan Kaabah yang selepas itu tidak pernah dibina kembali selama-lamanya dan merekalah yang menggali harta yang terpendam di dalamnya".

Hadis di atas tidak bertentangan dengan hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah ra, bahawa Nabi shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Sebuah pasukan hendak menyerang Kaabah, hingga ketika mereka berada di sebuah padang pasir, semua pasukan ditenggelamkan Allah Subhanahu wa Ta'ala ke dalam bumi".

Ibnu Hajar dalam bukunya "Fath al-Bari" dalam bab: runtuhnya Kaabah, berkata: "Hadis-hadis di atas menjelaskan akan berlakunya serangan terhadap Kaabah. Penyerang pertama dimusnahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sebelum mereka sampai ke Kaabah dan penyerangan kedua dibiarkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, sepertinya penyerang yang dimusnahkan berlaku lebih awal."

Dan jangan sampai timbul pertanyaan: Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menggagalkan serangan tentera bergajah terhadap Kaabah padahal saat itu Kaabah belum menjadi kiblatnya umat Islam, maka mana mungkin Allah Subhanahu wa Ta'ala membiarkan bangsa Habasyah memusnahkan setelah Kaabah menjadi kiblatnya umat Islam?

Soalan ini tidak akan muncul andai dijelaskan bahawa peristiwa runtuhnya Kaabah akan berlaku nanti di akhir zaman menjelang kiamat. Di waktu itu tidak ada seorang pun di permukaan bumi yang mengucapkan, "Allah! Allah", seperti yang disebutkan dalam sahih Muslim: "Kiamat tidak akan terjadi hingga tidak ada lagi orang yang mengucapkan, "Allah ! Allah." [ Sumber: Sejarah Kota Mekah oleh Syaikh Syaifurrahman Mubarakfury]

* Diterjemahkan oleh Detik Islam dari sumber islampos.com

Rabu, 2 November 2011

Kaabah : Apa Ada Didalamnya. (Bhg 3)

KAABAH PHOTO GALLERY

PELAN KAABAH


TANGGA DALAM KAABAH.Anda tentu telah lihat pintu warna emas. Melalui pintu ini lah ada tangga yang membolehkan sesiapa sahaja untuk naik ke bumbung bagi kerja-kerja mengganti Kiswa.

ATAS BUMBUNG. Ada pintu bumbung juga .

ATAS BUMBUNG KAABAH. Pemegang Kunci Kaabah yang di amanahkan adalah warisan keluarga yang di amanahkan sejak 1400 tahun yang lalu atas perintah Nabi Muhammad s.a.w.

BERTUAH BETUL SIAPA DAPAT NAIK ATAS BUMBUNG KAABAH.

LAPISAN DALAM BUMBUNG KAABAH.

SOLAT ATAS BUMBUNG KAABAH sewaktu membuat kerja-kerja mengganti Kiswa.

Pemilik laman web (Owner of the website)"ISLAM GREAT RELIGION" telah membenarkan gambar-gambar ini dikongsi bersama dan untuk maklumat lengkap sila layari ke web dibawah ini. Taken From : - http://islamgreatreligion.wordpress.com/

KERJA MEMASANG KAIN KAABAH

1. Menggantikan kain penutup baru Kaabah atau kiswa pada setiap tahun menjadi satu tradisi bagi penduduk Mekah sejak sekian lama.

2. Namun kerja-kerja membuat kiswa atau sinonimnya kita sebut `kelambu Kaabah' terutama yang melibatkan tulisan khat dan ukiran pada langsir pintu Kaabah (sitaar) dan tali pinggang (hizam) bagi rumah suci itu bukanlah satu kerja yang mudah.

3. Ia memerlukan kemahiran, ketelitian dan kesabaran kerana kerja menenun dan menyulam seni khat itu amat halus buatannya serta mengambil masa yang panjang untuk disiapkan.

4. Bagi menggantikan kain penutup baru Kaabah pada tahun depan, kerja-kerja menjahit dan menenun dengan tangan telahpun dimulakan sekarang walaupun musim haji tahun ini baru saja berakhir.

5. Kerja-kerja menenun dan menyulam itu dilakukan oleh lebih 100 orang pekerja lelaki termasuk pekerja cacat di kilang atau bengkel kiswa di Umm Al-Jood, kira-kira 25 kilometer dari bandar Mekah.

6. Langsir pintu Kaabah tingginya ialah 6.5 meter dan 3.5 meter lebar diperbuat daripada kain sutera hitam dan tulisan khat ayat-ayat suci padanya adalah daripada sulaman benang emas dan perak.

7. Sementara tali pinggang Kaabah pula berukuran 47 meter dan 95 sentimeter lebar disulami dengan benang perak.

8. Kilang kiswa pertama ditubuhkan semasa pemerintahan Raja Abdul Aziz pada 1346 Hijrah, kira 78 tahun lalu dan pengurus yang pertama ialah Sheikh Abdul Rahman Muzhar.

9. Bagaimanapun kilang itu diperbesarkan beberapa tahun lalu daripada tiga seksyen kepada enam seksyen.

10. Kiswa dibuat dalam lima peringkat iaitu, peringkat mewarnanya di mana kain sutera direndam dalam air panas selama 24 jam hingga ia bertukar warna putih bercahaya sebelum diwarnakan hitam atau warna-warna lain mengikut bahagian-bahagian tertentu.

11. Peringkat kedua adalah kerja menenun dan kebanyakan kerja-kerja itu dilakukan dengan tangan, tetapi bagi bahagian-bahagian yang besar dan tidak memerlukan kerja seni dibuat menggunakan mesin.

12. Bagaimanapun sulaman tangan digunakan untuk sentuhan terakhir dan ia hanya boleh dilaksanakan oleh mereka yang mahir.

13. Fasa seterusnya ialah mencetak semua rekabentuk dan kaligrafi yang akan diletakkan pada hizam untuk disulam dan proses menyulam itu merupakan tugas yang cukup teliti dan mengambil masa yang panjang.

14. Kelambu Kaabah biasanya digantikan pada setiap 9 Zulhijah atau pada hari wukuf, iaitu ketika semua jemaah berkumpul di Padang Arafah, iaitu kemuncak ibadah haji.

15. Semasa zaman Rasulullah S.A.W, kiswa diperbuat dari kain yang dibawa dari Yemen dan ditukar dua tahun sekali, iaitu sebelum Ramadan dan semasa Hari Raya Aidiladha.

16. Selepas itu, kain penutup Kaabah dibuat di Mesir kerana kepandaian penduduknya dalam kerja-kerja menenun kain.

GAMBAR KERJA-KERJA MENYIAPKAN KAIN PENUTUP KAABAH ATAU KISWA

Perkuburan Maala di Mekah

Perkuburan Lama Baqi di Madinah

Semua maklumat diperolehi dari Internet
untuk dikongsi bersama. Sekian. Ikhlas dari wahid....

Lihat dalam video pula...


MELIHAT KAABAH SECARA LEBIH DEKAT LAGI.
2
MARI MASUK KEDALAM KAABAH
3
4
YANG JELAS TERDAPAT TIGA TUNGGAK TIANG DIDALAM KAABAH
5
6
MELIHAT ARAH LUAR DARI DALAM KAABAH
7
8
9
STRUKTUR KAABAH
10
INILAH PEMANDANGAN DALAM KAABAH SEBENARNYA
11
HANYA KELUARGA DIRAJA DAN VVIP SAHAJA YANG DIBENARKAN MENJEJAK KAKI DIDALAM KAABAH INI.
12
PERHIASAN DINDING DALAM KAABAH
13
14

15

16
TETAMU MENGERJAKAN SOLAT
17
18
PERHIASAN LAMPU GANTUNG DALAM KAABAH
19
20
INI IALAH PINTU WARNA EMAS DALAM KAABAH
21
22

INILAH BILIK KECIL DALAM KAABAH YANG DITUTUP PINTU WARNA EMAS. APA ADA DALAM BILIK INI?


PINTU KELUAR KAABAH

Kredit: Ibnu Hasyim

Selasa, 1 November 2011

Kaabah: Apa Ada Didalamnya. (Bhg 2)


PEMANDANGAN KAABAH DARI SATELLET (Atas)
PEMANDANGAN KAABAH HAMPIR DEKAT


GAMBAR KAABAH TERDEKAT


GAMBAR ANTIK KAABAH




KUNCI LAMA PINTU KAABAH


LELONGAN KUNCI LAMA TELAH DIJALANKAN DI KOTA LONDON.



KAABAH BERUBAH WAJAH DI PERSEKITARAN NYA DAN AKAN TERUS BERUBAH MENGIKUT KEMAJUAN SEMASA.


BUMBUNG YANG KOSONG SEBELUM MUSIM HAJI


BAHAGIAN BUMBUNG TELAH MULA PENUH DENGAN JEMAAH HAJI


SEMASA MUSIM HAJI DIATAS BUMBUNG JUGA TERDAPAT JEMAAH MENGERJAKAN IBADAH.


SETIAP SUDUT DIPENUHI DENGAN JEMAAH


KLIK GAMBAR JIKA INGIN LIHAT PEMANDANGAN SEBENAR SEWAKTU MUSIM HAJI.


PINTU KAABAH


PINTU KAABAH DARI DEKAT


KUNCI KAABAH DARI DEKAT


KUNCI PINTU KAABAH DENGAN ANAK KUNCI
YANG BERLAINAN DENGAN GAMBAR ATAS.

HAJAR ASWAD


PERHATIKAN 8 BIJI BATU HITAM HAJAR ASWAD YANG SEBENAR


KISAH ASAL USUL HAJAR ASWAD

Dalam sebuah kisah disebutkan apabila pembangunan Kaabah itu selesai, ternyata Nabi Ibrahim masih merasakan kekurangan sebuah batu lagi untuk diletakkan di Kaabah. Nabi Ibrahim berkata kepada Nabi Ismail, "Pergilah engkau mencari sebuah batu yang akan aku letakkan sebagai penanda bagi manusia."

Kemudian Nabi Ismail a.s pun pergi dari satu bukit ke satu bukit untuk mencari batu yang baik dan sesuai. Ketika Nabi Ismail a.s sedang mencari batu di sebuah bukit, tiba-tiba datang malaikat Jibril a.s memberikan sebuah batu yang cantik. Nabi Ismail dengan segera membawa batu itu kepada Nabi Ibrahim a.s. Nabi Ibrahim a.s. merasa gembira melihat batu yang sungguh cantik itu, beliau menciumnya beberapa kali.

Kemudian Nabi Ibrahim a.s bertanya, "Dari mana kamu dapat batu ini?"

Nabi Ismail berkata, "Batu ini kuterima daripada yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu (Jibril)."

Nabi Ibrahim mencium lagi batu itu dan diikuti oleh Nabi Ismail a.s. Sehingga sekarang Hajar Aswad itu dicium oleh orang-orang yang pergi ke Baitullah. Siapa sahaja yang bertawaf di Kaabah disunnahkan mencium Hajar Aswad. Beratus ribu kaum muslimin berebut ingin mencium Hajar Aswad itu, yang tidak mencium cukuplah dengan memberikan isyarat lambaian tangan saja.

Ada riwayat menyatakan bahawa dulunya batu Hajar Aswad itu putih bersih, tetapi akibat dicium oleh setiap orang yang datang menziarahi Kaabah, ia menjadi hitam seperti terdapat sekarang. Wallahu a'alam.

Apabila manusia mencium batu itu maka timbullah perasaan seolah-olah mencium ciuman Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Ingatlah wahai saudara-saudaraku, Hajar Aswad itu merupakan tempat diperkenan/dikabulkannya doa. Bagi yang ada kelapangan, berdoalah di sana, Insya Allah doanya akan dikabulkan oleh Allah. Jagalah hati kita sewaktu mencium Hajar Aswad supaya tidak menyengutukan Allah, sebab tipu daya syaitan kuat di Tanah Suci Mekah.

Ingatlah kata-kata Khalifah Umar bin Al-Khattab apabila beliau mencium batu itu (Hajar Aswad) : "Aku tahu, sesungguhnya engkau hanyalah batu biasa. Andaikan aku tidak melihat Rasulullah S.A.W menciummu, sudah tentu aku tidak akan melakukan (mencium Hajar Aswad)."





HANYA BEKAS TAPAK NABI IBRAHIM SEPERTI TERDAPAT DIDALAM MAQAM IBRAHIM DIATAS.


PANDANGAN JELAS TAPAK NABI IBRAHIM


PANDANGAN KAABAH DEPAN HIJR ISMAIL DAN JELAS KELIHATAN PANCURAN EMAS DAN RUPA BENTUK BUMBUNG KAABAH


HIJR ISMAIL DARI DEKAT.


MIZAB


MIZAB ADALAH PANCURAN EMAS YANG DILETAKKAN MENJADI LALUAN AIR DARI BUMBUNG KAABAH MASUK KE DALAM HIJR ISMAIL. RAMAI YANG BERDOA DIBAWAHNYA KERANA ADA PENDAPAT MENYATAKAN DI BAWAH INI ADALAH
DIANTARA TEMPAT PALING MUSTAJAB BERDOA. JIKA ADA LIMPAHAN AIR TURUN MELALUINYA MAKA TERLIHAT RAMAI YANG BEREBUT UNTUK MANDI SAMBIL BERDOA...

CUBA LIHAT PANCURAN EMAS DISEBELAH KANAN BAHAGIAN ATAS KAABAH


PANCURAN EMAS SERING DIGANTI DAN YANG LAMA
DISIMPAN DI MUZIUM.


PANCURAN EMAS DIPASANG BESI TAJAM DIATAS NYA MENCEGAH DIHINGGAPI BURUNG.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
KEDUDUKAN PINTU KAABAH MEMANG TINGGI
DARI ARAS TANAH SEPERTI GAMBAR BAWAH INI
SETAKAT TINGGI BERDIRI CECAH TANGAN
BAGI MEREKA YANG TINGGI SAHAJA.
KETINGGIAN ORANG MALAYSIA MUNGKIN TAK CUKUP
TINGGI UNTUK CECAH TANGAN KE LANTAI PINTU.



TANGGA KAABAH BIASA DIGUNAKAN JIKA ADA PEMBESAR ATAU KERABAT DIRAJA HENDAK MASUK KEDALAM KAABAH



TANGGA DITOLAK HINGGA KE DEPAN PINTU KAABAH





KELUARGA DIRAJA YANG SENTIASA MELAWAT KAABAH


KAWALAN KETAT SEMASA PINTU KAABAH DI BUKA.



PEMBESAR DIIRING MASUK DAN KELUAR DIPINTU KAABAH



KAWALAN KETAT UNTUK PEMBESAR NEGARA YANG DATANG KE KAABAH





CUBA LIHAT BETUL-BETUL, SIAPA YANG DIDEPAN...
TUN DR MAHATHIR MANTAN PM KITA
SEDANG KELUAR DARI KAABAH...


TANGGA LAMA DALAM KENANGAN DISIMPAN DI MUZIUM


Sekian.Ikhlas.dari wahid.... (IH)

Kredit: Ibnu Hasyim
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Catatan Popular